ANCAMAN KERAS DARI ALLAH BAGI PEMIMPIN DZALIM

Sungguh sangat banyak ancaman keras dan tegas dari Allah SWT dan dari Nabi Muhammad SAW terhadap para pemimpin atau penguasa yang keji dan dzalim terhadap rakyatnya. Hanya para pemimpin yang tidak pernah menyentuh mushaf Al Qur’an dan tidak pernah menjamah kitab hadits saja yang tidak paham terhadap ancaman Allah SWT. Atau mereka sudah tertutup oleh jerat hinanya dunia yang telah dipasang pasukan iblis la’natullah alaih, beserta bala tentaranya.

adzab pedih pemimpin dzalim
adzab pedih bagi pemimpin dzalim

Mari perhatikan wahai para pemimpin  di dunia Islam, untuk merenungkan dengan seksama, bagaimana Allah SWT telah mengancamnya dengan ancaman yang sungguh sangat keras dan pedih. Yakni bagi para pemimpin yang khianat terhadap rakyatnya, yang dusta terhadap janji-janjinya, yang dzalim dalam setiap kebijakannya, yang selalu membuat resah setiap keputusannya.

Dari Ka’ab bin Ujroh radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar mendekati kami, lalu bersabda:

إِنَّهُ سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ بَعْدِي أُمَرَاءٌ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهمْ ، فَلَيْسُ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ ، وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ حَوْضِي ، وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ

“Akan ada setelahku nanti para pemimpin yang berdusta. Barangsiapa masuk pada mereka lalu membenarkan (menyetujui) kebohongan mereka dan mendukung kedhaliman mereka maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan dia tidak bisa mendatangi telagaku (di hari kiamat). Dan barangsiapa yang tidak masuk pada mereka (penguasa dusta) itu, dan tidak membenarkan kebohongan mereka, dan (juga) tidak mendukung kedhaliman mereka, maka dia adalah bagian dari golonganku, dan aku dari golongannya, dan ia akan mendatangi telagaku (di hari kiamat).” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

Rasulullah SAW juga mengharamkan syurga bagi pemimpin yang mementingkan diri dan kekuasaannya sedang kesetiaanya bukan untuk rakyat yang dipimpinnya. Sebagaimanan sabdanya :

مَنِ اسْتَرْعَاهُ اللهُ رَعِيَّةً ثُمَّ لَمْ يُحِطْهَا بِنُصْحٍ إِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الجَنَّةَ. متفق عليه. وفي لفظ : يَمُوتُ حِينَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاسِ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ.

“Barangsiapa yang diangkat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, kemudian ia tidak mencurahkan kesetiaannya, maka Allah haramkan baginya surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Neraka juga bagi para pemimpin yang senantiasa dusta dan menipu rakyat, dengan berbagai cara yang dengannya untuk kepentingan diri dan golongannya, sebagaimana sabdanya :

أَيُّمَا رَاعٍ غَشَّ رَعِيَّتَهُ فَهُوَ فِي النَّارِ

Siapapun pemimpin yang menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka.” (HR. Ahmad)

Saudaraku para pemimpin muslim , takutlah pada Allah, dan jauhilah menjadi golongan yang paling dibenci Allah karena kedhalimannya, dan sebaliknya jadilah golongan yg paling dicintai alla sebagai pemimpin yang adil, sebagaimana hadits nabi SAW :

Dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ وَأَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ وَأَبْعَدَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ جَائِرٌ

Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang zalim.” (HR. Tirmidzi)

Apa yang harus kita lakukan?

Kewajiban seorang muslim terhadap muslim yang  lainnya adalah menasehatinya. Melakukan amar ma’ruf nahi munkar ( Berdakwah ), mengajak beriman kepada Allah dan mematuhi setiap perintah-perintahNya dan menjauhi setiap larangan-larangannya dan menegakkan kitabullah dalam wilayah kekuasaannya,  sebagaimana firmanNya :

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah( QS. Ali Imran 3: 110)

Terhadap pemimpin yang dzalim , ummat Islam juga wajib menasehatinya tiada henti. Dari Abu Said Al-Khudri Radhiallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ أَوْ أَمِيرٍ جَائِرٍ

“Jihad yang paling utama adalah mengutarakan perkataan yang adil di depan penguasa atau pemimpin yang zhalim.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Demikian semoga kita sebagai ummat Nabi Muhammad SAW senantiasa diberi kekuatan dan pertolongan Allah untuk terus berdakwah, melakukan amar-ma’ruf nahi munkar,  hingga Islam berhasil diterapkan dalam setiap aspek kehidupannya. Dan kedzaliman menjadi sirna dan masyarakat hidup sejahtera , hidup berkah dibawah naungan Islam.

Masihkah kita berdiam diri dari pemimpin yang dzalim, berkhianat dan dusta. Wallahu a’lam bi ash-showab. ( Mushonnif Huda Al Qondaly)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *