AKAR MASALAH ROHINGYA

AKAR MASALAH ROHINGYA-MYANMAR.  Krisis kemanusiaan di negara bagian Rakhine, Myanmar sangat memilukan. Sepekan terakhir ini PBB memperkirakan sedikitnya sekitar 87.000 umat Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh untuk menyelamatkan diri dari kekerasan. Apa sebenarnya Akar Masalah Rohingya? Dan bagaimana sikap dunia internasional, terlebih kaum muslimin?

 

Akar Masalah Rohingya
Akar Masalah Rohingya

Ada dua fakta yang bisa kita lihat dalam masalah Rohingya, berkaitan dengan akar persoalan yang menjadi sebab dan pemicu terjadinya pembunuhan yang dipandang secara Hak Asasi Manusia sebagai perbuatan yang diluar perikemanusiaan.

Pertama, akar masalah rohingya  ini yang dominan, yaitu faktor Politik dan ekonomi, hal ini didukung data  situs berita Deutsche Welle, kepala bidang penelitian pada South Asia Democratic Forum (SADF) Siegfried O Wolf berpendapat, krisis yang dialami warga Rohingya lebih bersifat politis dan ekonomis.
Siegfried menuturkan, komunitas warga Rakhine yang beragama merasa didiskriminasi secara budaya, juga tereksploitasi secara ekonomi dan disingkirkan secara politis oleh pemerintah pusat, yang didominasi etnis Burma.

Di sisi lain etnis Rohingya dianggap sebagian warga Rakhine sebagai pesaing tambahan dan ancaman bagi identitas mereka sendiri.

Selain itu, kelompok Rakhine merasa dikhianati secara politis, karena warga Rohingnya tidak bisa memberikan suara bagi partai politik mereka

kompleksitas masalah dan mencuat ke publik dimulai  sejak pembunuhan dan pengusiran yang terjadi tahun 2012 yang telah menewaskan ratusan orang, memaksa lebih dari 200 ribu penduduk Rohingya bermigrasi, serta 150 ribu lainnya tinggal di semacam kamp konsentrasi. Mereka dianggap imigran ilegal sejak 1982, tak diakui oleh negara

Faktor ekonomi, juga menambah deretan fakta akar masalah rohingya tidak kunjung berakhir. Forber menilai Ketersedian cadangan energi minyak dan gas di Myanmar –yang belum tergali– mencapai 11 hingga 23 triliun cubic feet. Myanmar berhasil meraup investasi asing sebesar 4,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 46,7 triliun sepanjang tahun fiskal 2013-2014 yang berakhir Maret, dan Investor terbesar adalah China. Oleh karena itu kenapa China sangat bernafsu membela Myanmar  dari Intervensi PBB

Kedua, Faktor Sentimen Agama. Faktor ini juga merukan akar masalah lain terhadap krisis Rohingya. Setidaknya bisa kita lihat dari statemen kebencian yang diluapkan oleh bhiksu Wirathu. Ia dikenal sebagai pemimpin gerakan 969 yang mengatakan Myanmar adalah negara Budha dan mestinya ada pembatasan atau boikot terhadap warga Muslim.

Pejabat hak asasi manusia PBB, Zeid Ra’ad Al Hussein, mendesak pemerintah Myanmar mengecam keras biksu Ashin Wirathu setelah pemuka Buddha ini menyebut seorang utusan PBB “pelacur” dan “wanita jalang”.

Akumulasi persoalan tersebut berlarut-laut dan implikasi dari kekejaman junta militer Burma, Krisis Rohingnya memuncak yang  akhirnya memicu lahirnya Arakan Revolution Salvation Army (ARSA) yang puncaknya pada kasus penyerangan 30 pos polisi dan militer pada Jumat (25/8). Konflik terus berlanjut, hingga rezim Myanmar bersama para bhiksu melakukan pemerkosaan, pembantaian, pengusiran, dan pembakaran kampung rohingya.

Demikianlah kondisi jika mayoritas berkuasa dengan ketamakan dan kerakusan duniawi, tanpa bersandar pada keadilan.

Sikap Islam terhadap Kaum MInoritas

akar masalah rohingya
akar masalah rohingya

Kaum minoritas yang sering disebut kafir dzimmi ( warga negara kafir yang dibawah perjanjian atau perlindungan negara Islam), dilindungi oleh Islam, disepanjang sejarah Nabi Muhammad hingga Kekhilafahan Islam Turki Utsmani .  Bahkan jaminannya sangat tegas dari Rasulullah SAW.

Barang Siapa Menyakiti Kafir Dzimmi, Maka Aku (Rasulullah) Akan Menjadi Lawannya di Hari Kiamat” (HR. Muslim).

Barang Siapa Membunuh Seorang Kafir Dzimmi, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Rasulullah saw. mengecam keras pembunuhan terhadap kaum wanita dan anak-anak” (HR. Bukhari [3014] dan Muslim [1744]).

Bahwasanya, barangsiapa membunuh suatu jiwa, padahal dia tidak membunuh jiwa atau tidak membuat kerusuhan di permukaan bumi, maka seolah-olah dia telah membunuh manusia seluruhnya” (al-Maidah: 32).

Bagaimana Sikap Kaum Muslimin, terhadap Kekejaman Rezim Militer Myanmar ?

Kalau  kita mengacu pada firman Allah SWT QS. Al Baqoroh ayat 190, dan Surat An Nisa ayat 75 dan 76  maka, solusinya adalah Jihad membela diri dengan balasan yang setimpal. Sebagaimana FirmanNya :

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (190)

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, (tetapi) janganlah kalian melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (QS. Al Baqoroh : 190)

Abu Ja’far Ar-Razi meriwayatkan dari Ar-Rabi’ ibnu Anas, dari Abul Aliyah sehubungan dengan takwil firman-Nya: Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian. (Al-Baqarah: 190) Ayat ini merupakan ayat perang pertama yang diturunkan di Madinah. Setelah ayat ini diturunkan, maka Rasulullah Saw. memerangi orang-orang yang memerangi dirinya dan membiarkan orang-orang yang tidak memeranginya, hingga turunlah surat Bara’ah (surat At-Taubah). ( lihat Tafsir Ibnu Katsir, Surat 2: 190).

Demikian juga Allah SWT melarang kaum muslimin yang enggan berperang ( berjihad) dalam rangka membela orang-orang yang lemah, sebagaimana firmanNya :

وَما لَكُمْ لَا تُقاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجالِ وَالنِّساءِ وَالْوِلْدانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنا أَخْرِجْنا مِنْ هذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُها وَاجْعَلْ لَنا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيراً (75) الَّذِينَ آمَنُوا يُقاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقاتِلُوا أَوْلِياءَ الشَّيْطانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطانِ كانَ ضَعِيفاً (76)

Mengapa kalian tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya, dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!” Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan tagut. Sebab itu, perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.( QS. An Nisa : 75-76 )

Sikap kita sebagai kaum muslimin di Myanmar ( Rohingya) wajib bagi yang memiliki kemampuan untuk berjihad melawan kedzaliman, dan  kita sebagai kaum muslimin di luar wilayah Myanmar juga harus membela kaum muslimin  yang tertindas dengan segala kemampuan kita sebagai jawaban atas perintah Allah SWT dalam surat Al Anfal ayat 72 :

وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ

(Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama, maka kalian wajib memberikan pertolongan … [ Al ANfal ayat 72]

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada Kaum Muslimin dan kesabaran dalam menghadapi kedzaliman kaum kufar dan semoga Allah memberikan Kekuatan dan pertolonganNya.

Allahu a’lam bi ash-showab (Mushonnif Huda Al Qondaly)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *