AGAR DOA DIDENGAR DAN DIKABULKAN ALLAH

Agar do’a didengar dan dikabulkan Allah SWT, setidaknya ada empat pra-syarat yang harus diperhatikan seorang muslim. Bahkan ke- empat hal ini menjadi “syarat mutlak”  yang mesti harus dipenuhi nya. Mengabaikan hal-hal dibawah ini mengakibatkan tertolaknya do’a seorang hamba.

agar doa didengar dan dikabulkan Allah
agar doa didengar dan dikabulkan Allah

Keempat syarat agar do’a didengar dan dikabulkan Allah SWT adalah sebagai berikut :

Pertama, Do’a adalah bagian dari Ibadah bahkan Inti ibadah. Sebagaimana sabda Nabi SAW :

الدُّعَاءُ مخّ العبادةِ

“Doa adalah inti Ibadah” [HR. At Tirmidzi]

Maka dari sinilah kita bisa pahami, do’a hendaknya senantiasa dipanjatkan kepada Allah SWT disaat lapang maupun sempit, sebagaimana ibadah-ibadah lainnya, seperti shalat, tanpa menunggu waktu sempit.

Perhatikan sabda nabi SAW berikut ini, “Barangsiapa yang suka Allah mengabulkan doanya pada saat saat sempit dan kesulitan, hendalah dia banyak berdoa pada saat saat lapang”. (H.R Imam at Tirmidzi dan al Hakim).

Kedua, agar berdoa disertai dengan keimanan, mengikuti seruan-Nya [mengikuti perintah-Nya] dan mengikuti syariat Rasulullah SAW, Sebagaimana FirmanNya ;

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. [ QS. Al Baqoroh 2: 186]

Mengapa banyak do’a yang tertolak, tampaknya pada point ke dua ini yang tidak terpenuhi syarat terkabulnya do’a kita kepada Allah SWT. Berikut dijelaskan penghalang utama do’a dari Nabi SAW :

يَدْعُواللهَ وماْكُلُهُ مِن حرامٍ و مشْرَبُهُ من حرامٍ فَاَنِّى يُسْتَجابَ لَهُ

Ia berdo’a kepada Allah, tapi makanan dan minumannya dari barang yang diharamkan , maka bagaimana mungkin akan dikabulkan do’anya [ HR. Muslim].

Ketiga, Dalam setiap Do’a hendaklah tidak meninggalkan sebab musabab, atau hukum kausalitas, atau ikhtiar secara duniawi.

Rasulullah tidak pernah meninggalkan sebab musabab dalam beraktifitas. Ketika Nabi memimpin perang badar al kubro, nabi mengatur pasukanya, menyiapkan persenjataannya,lalu nabi berdo’a kepada Allah. Demikian terus dilakukan setiap peperangan yang dilakukan Nabi selalu mempersiapkan diri semaksimal mungkin sambil terus berdo’a kepadaNya.

Do’a Nabi tidak pernah tertolak, tapi nabi tidak pernah meninggalkan ikhtiar sebagaimana manusia biasa.  Dalam suatu kisahnya ketika Nabi dikejar kafir quraisy saat hijrah, nabi berikhtiar dengan bersembunyi di dalam Gua Tsur, hingga Abu Bakar berkata , “ Jika salah seorang dari mereka melihat tempat berpijak kedua kakinya niscaya ia akan melihat kita”, maka nabi SAW bersabda :

مَا ظَنُّكَ باثْنَيْنِ اللهُ ثالِثُهُما

Jangan kau kira kita hanya berdua, Allah adalah yang ketiga”.

Keempat, Allah pasti akan mengabulkan setiap doa orang yang berdoa dan akan mengabulkan orang yang terdesak dengan kebutuhannya ketika ia berdo’a kepadaNya. Allah SWT berfirman :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina“. [QS. Al Mu’min 40:60]

Nabi bersabda :

“Tak seorang muslim pun berdoa kepada Allah dengan suatu do’a yang di dalamnya tidak dosa dan memutus silaturrahmi, kecuali Allah akan memberikannya salah satu dari tiga perkara, yaitu : bisa jadi Allah akan mempercepat terkabulnya do’a di saat di dunia, atau Allah akan menyimpan terkabulnya do’a di akhirat kelak, dan bisa jadi Allah akan memalingkan keburukan darinya sesuai dengan kadar do’anya. Para sahabat berkata, “Kalau begitu kami akan memperbanyak doa, “ Rasulullah SAW bersabda “Allah akan lebih banyak lagi ( mengabulkannya). [ HR. Ahmad, Al Bukhari , dalam Al Adab al Mufrad]

Demikianlah empat pokok dalam setiap doa yang harus kita pahami agar do’a kita bisa menembus langit, didengar dan dikabulkan Allah SWT. Wallahu a’lam bi ash-showab. [Arif Al Qondaly ]

Referensi :

Kitab Min Muqowwimat Nafsiyyah Al Islamiyyah, bab Addu’a wa adz-dzikru wa al istighfar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *