KEWAJIBAN TAKUT KEPADA ALLAH

Takut kepada Allah dalam segala keadaan merupakan kewajiban seorang hamba yang beriman kepada Allah SWT dan beriman kepada hari akhir. Al Qur’an Al Karim telah menyebatkan banyak perintah untuk takut hanya kepadaNya dan bukan kepada selainNya, sebagaimana firman Allah sebagai berikut  :

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu …[ QS AN Nisa 4: 1]

فَلا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ

Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku.[Al Maidah 5:44]

إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman. [ QS. Ali Imran 3: 175]

 

Takut kepada Allah adalah kunci utama untuk menjalankan ketaatan kepadaNya, sedang ingkar dan membangkang dari perintah Allah atau melaksanakan keharaman adalah bukti seorang hamba yang tidak memiliki rasa takut kepadaNya.

Dan yang harus diwaspadai, diantara ummat Islam banyak yang menjalankan kebajikan tatkala banyak orang namun sebaliknya, mereka banyak melakukan kemungkaran secara tersembunyi . Keadaan tersebut telah disebutkan dalam Hadits Nabi SAW sebagai berikut :

 

روى ابن ماجة  عَنْ ثَوْبَانَ رضي الله عنه عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ :

  لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا ، فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا . قَالَ ثَوْبَانُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا ، أَنْ لَا نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَا نَعْلَمُ . قَالَ : أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ ، وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا

Aku akan memberitahukan beberapa kaum dari umatku. Di hari kiamat mereka datang dengan membawa kebaikan seperti gunung Tihamah yang putih. Tapi Allah menjadikannya bagaikan debu yang bertebarkan. Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, sebutkanlah sifat mereka dan jelaskanlah keadaan mereka agar kami kami tidak termasuk bagian dari mereka sementara kami tidak mengetahuinya.” Rasulullah Saw bersabda, “Ingatlah!, mereka adalah bagian dari saudara kalian dan dari ras kalian. Mereka suka bangun malam sebagaimana kalian, tapi mereka adalah kaum yang jika tidak dilihat oleh siapa pun ketika menghadapi perkara yang diharamkan Allah, maka mereka melanggaranya.” [ HR. Ibnu Majah]

 

Kondisi  orang tersebut boleh jadi, dikarenakan ketidakfahaman tentang ma’rifatullah ( mengenal Allah ) secara benar. Terkadang boleh jadi, karena lemahnya Iman dalam hati, dan  menyebabkan syaithon mudah menguasai hatinya sehingga mudah tergoda untuk berbuat maksiyat, kendati dirinya mengetahui bahwa maksiyat itu perbuatan dosa.

 

Oleh karena itu, terdapat do’a dari Nabi SAW agar kita bisa diberikan karunia memiliki rasa takut kepadaNya dan mampu menghindari dari perbuatan maksiyat, berikut do’a agar diberi rasa takut kepada Allah dari berbuat maksiyat kepadaNya :

 اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَالْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا

“Allaahummaqsim lanaa min khasy-yatika maa yahuulu bihii bainanaa wa baina ma’aashiika, wa min thaa’atika maa tuballighunaa bihi jannatak, wa minal yaqiini maa tuhawwinu bihi ‘alainaa mushiibaatid dunyaa.”

(Ya Allah, curahkanlah kepada kepada kami rasa takut kepada-Mu yang menghalangi kami dari bermaksiat kepada-Mu, dan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami kepada SurgaMu, dan curahkanlah rasa yakin yang dapat meringankan berbagai musibah di dunia (HR. Tirmidzi no. 3502.)

Demikian, ulasan singkat Kewajiban Takut kepada Allah SWT, semoga bermanfaat bagi kita ummat Islam agar senantiasa terhidar dari bujuk rayu syaithon yang terkutuk untuk bermaksiyat kepadaNya. Sebaliknya semoga  kita senantiasa dibimibingNya kedalam  ketaatan kepadaNya. MH Al Qondaly

Referensi :

Kitab Min Muqowwimat Nafsiyyatil Islamiyyah, Bab 5, Al khouf min Allah fis sirri wal ‘alaniyyati, hal. 40.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *