TAFSIR SURAT AL HUJURAT [46] AYAT 6

ALLAH PERINTAHKAN PERIKSA DENGAN TELITI BERITA DARI ORANG FASIK

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat: 6).

Tafsir Al Hujurat ayat 6
Tafsir Al Hujurat ayat 6 | Periksa dengan Teliti Berita orang Fasik

Jalaluddin Asy-Syuyuthi & Jalaluddin Muhammad Ibn Ahmad Al-Mahalliy, dalam tafsir Jalalain mengatakan maksud ayat :

إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

Maksudnya jika datang berita dari seorang yang fasik,  maka hendaklah periksa ( tabayyun),  adalah mencari kebenaran berita apakah berita tersebut benar atau  dusta. Menurut suatu qiraat dibaca Fatatsabbatuu berasal dari lafal Ats-Tsabaat, artinya telitilah terlebih dahulu kebenarannya.

Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim berkata, “Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan kroscek terhadap berita dari orang fasik. Karena boleh jadi berita yang tersebar adalah berita dusta atau keliru.” (Artinya,  kroscek tersebut harus datang kepada sumbernya langsung bukan berita dari sumber lain.-pen)

Lalu Allah SWT memperingatkan dengan firmanNya :

أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ

Agar tidak menimpa suatu kaum, akibat tidak mengetahui keadaanya,   yaitu disebabkan berita bohong atau dusta tersebut.

Lalu dari ayat  tersebut Allah memperingatkan dampak berikutnya dengan firmanNya :

فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Penyesalan (naadimin) adalah kegelisahan yang menderita manusia karena perbuatan yang sudah lalu, dan dia berangan-angan seandainya saja dia tidak melakukannya.

Ayat diatas  turun berkaitan dengan  Rasulullah Saw. mengutus Al-Walid ibnu Uqbah kepada Al-Haris ibnu Abu Dirar Al-Khuza’i , pimpinan bani Mustalik, untuk mengambil harta zakat yang telah dikumpulkannya. Ketika Al-Walid sampai di tengah jalan, tiba-tiba hatinya gentar dan takut, lalu ia kembali kepada Rasulullah Saw. dan melapor kepadanya, “Hai Rasulullah, sesungguhnya Al-Haris tidak mau memberikan zakatnya kepadaku, dan dia akan membunuhku.” Mendengar laporan itu Rasulullah Saw. marah, lalu beliau mengirimkan sejumlah pasukan kepada Al-Haris. Setelah dikirim utusan susulan dari Nabi SAW ternyata Al Walid ibnu Uqbah yang berbohong.

Lalu Siapa kriteria orang  yang termasuk  Faasiquun ( orang fasik), hingga beritanya harus dikroscek ?

Al Qur’an telah menyebutkan beberapa ciri orang Fasik, yaitu  (1). “Orang yang mengingkari ayat-ayat Al Qur’an (QS Al Baqoroh : 99), (2). Orang yang mengubah hukum-hukum Allah dengan buatan manusia dan dzalim ( QS. Al Baqoroh:59),  (3). Orang yang mengingkari perjanjian dengan Allah/ suka ingkar janji ( Al A’raf: 102), (4). Orang yang tidak taat pada perintah Allah SWT ( QS. Al An’am : 121). (5). Orang yang lebih mencintai dunia dibanding akhirat ( At Taubah : 24). (6). Orang yang munafiq [QS. At-Taubah: Ayat 67], dan (7). Orang yang menuduh wanita berbuat zina [QS. An-Nur: Ayat 4]
Kesimpulan:

  1. Hendaklah seorang muslim selalu meneliti setiap berita yang datang, khususnya terhadap orang fasik.
  2. Jika terhadap orang fasik saja harus meneliti secara cermat, terlebih-lebih berita yang datang dari orang kafir. Kini kita tahu bahwa media massa yang ada saat ini rata-rata milik orang kafir. Maka ummat Islam harus benar-benar tabayyun agar tidak terjadi adu domba dan fitnah.
  3. Cara meneliti berita yang benar adalah dengan melakukan kroscek kepada sumber beritanya langsung, agat terdapat kebenaran yang akurat dan agar tidak menyebabkan fitnah hanya karena berita bohong dan atas dasar kebencian semata. Sehingga pada akhirnya kita ummat Islam akan rugi dan menyesal semuanya. Allahu a’lam bi ash-showab. Arif Al Qondaly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *